SMA Negeri 1 Samarinda
Maskot Sekolah

RANGSA — Sang Rangkong SMANSA

Filosofi di balik maskot SMA Negeri 1 Samarinda: enggang yang terbang tinggi, menjaga kehormatan, dan menumbuhkan kehidupan.

RANGSA, maskot burung enggang SMA Negeri 1 Samarinda mengenakan busana Sarung Samarinda
Asal Nama

RANGSASang Rangkong SMANSA

RANGSA lahir dari perpaduan dua kata: "Rangkong" nama lain dari burung enggang, satwa khas Kalimantan yang dihormati dalam budaya Dayak dan "SMANSA", sebutan akrab SMA Negeri 1 Samarinda. Dalam satu kata, RANGSA menyatukan identitas alam Borneo dengan jati diri sekolah.

Ia bukan sekadar maskot; ia adalah penjelmaan semangat sekolah yang berdiri kokoh sejak 14 September 1953.

Filosofi

Mengapa Enggang?

Bagi masyarakat Dayak di tanah Kalimantan, enggang bukan burung biasa. Ia adalah lambang kepemimpinan, keluhuran budi, dan kehormatan. Enggang terbang paling tinggi di antara penghuni rimba, seolah menjadi penjaga langit Borneo. Ia dikenal setia pada satu pasangan seumur hidup simbol kesetiaan dan tanggung jawab. Dan ia berperan sebagai penyebar benih di hutan, menumbuhkan kehidupan baru ke segala penjuru.

Karakter-karakter inilah yang selaras dengan perjalanan SMANSA: sebuah sekolah pelopor yang memimpin, menjunjung nilai, dan menumbuhkan generasi demi generasi.

Empat Sifat

Makna di Balik Setiap Sifat

Empat karakter enggang yang menjadi cermin perjalanan dan nilai SMA Negeri 1 Samarinda.

Sang Pionir yang Terbang Tinggi

Sebagaimana enggang terbang mengatasi kanopi hutan, RANGSA mewakili posisi SMANSA sebagai sekolah menengah atas pertama di Samarinda. Sejak 1953, ia terbang lebih dulu, membuka jalan bagi pendidikan tinggi di Kalimantan Timur, dan tak pernah berhenti mengangkasa hingga menjadi mercusuar pendidikan setelah lebih dari tujuh dekade.

Sang Penjaga Kehormatan

Paruh enggang yang menjulang bagai gading adalah lambang sesuatu yang berharga dan langka. RANGSA membawa nilai ini sebagai pengingat bahwa SMANSA menjunjung tinggi integritas, kualitas, dan martabat — dari perjuangan menjadi sekolah negeri pada 1955 hingga terpilih sebagai pionir Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

Sang Penumbuh Kehidupan

Seperti enggang yang menebar benih ke seluruh rimba, SMANSA tak menyimpan ilmunya sendiri. Ia pernah membuka cabang di Tarakan yang kemudian tumbuh mandiri menjadi sekolah tersendiri. RANGSA melambangkan semangat berbagi dan menumbuhkan — mencetak ribuan alumni yang menyebar dan berkontribusi di berbagai bidang pembangunan.

Sang Sahabat Setia

Kesetiaan enggang pada pasangannya menjadi cermin loyalitas warga SMANSA — antara guru dan murid, antara alumni dan almamater. RANGSA mengajak setiap siswa untuk mencintai sekolahnya, menjaga nama baiknya, dan pulang membawa kebanggaan.

Galeri Kostum

Satu RANGSA, Segala Rupa SMANSA

Dari seragam upacara hingga busana adat, RANGSA hadir di setiap wajah keseharian siswa Smansa. Geser untuk melihat 15 kostumnya.

Putih Abu-Abu
RANGSA mengenakan seragam putih abu-abu SMA Negeri 1 Samarinda

Putih Abu-Abu 1 / 15

Semangat RANGSA

RANGSA hadir bukan hanya sebagai gambar yang menghiasi seragam atau layar aplikasi. Ia adalah pengingat harian: bahwa setiap siswa SMANSA adalah pewaris semangat pionir yang berani terbang tinggi, penjaga kehormatan yang menjunjung nilai, dan penumbuh kehidupan yang siap berbagi manfaat bagi tanah Kalimantan Timur dan Indonesia.

Terbang Tinggi, Menjaga Kehormatan, Menumbuhkan Kehidupan.

RANGSASang Rangkong SMANSA